Minggu, 23 Oktober 2016

Cara Mengatasi Biang Keringat Pada Bayi dan Balita



          Sebagian besar bayi dan balita sering mengalami biang keringat karena pori-pori kulitnya masih kecil dibandingkan pori-pori orang dewasa. Biang keringat biasanya terjadi ketika anak berkeringat lebih dari biasanya, seperti saat cuaca panas dan lembab atau memakai pakaian yang ketat dan aktivitas bayi yang tinggi. Biang keringat dapat ditemukan pada daerah dahi, leher, wajah, punggung, bokong bayi atau daerah yang tertutup pakaian, mengalami tekanan dan gesekan pakaian. Dalam dunia medis biang keringat disebut juga miliaria. Secara klinis terlihat dengan adanya kulit yang kemerahan disertai rasa gatal dengan gelembung-gelembung kecil berair, sehingga membuat bayi merasa gatal dan rewel. Biang keringat bisa sembuh dan hilang dengan sendirinya (kecuali jika terjangkit infeksi).
Sudah tahukah Anda cara untuk mengatasi biang keringat? Orang tua pasti akan memberikan yang terbaik untuk buah hati. Namun, sebagian besar orang tua kurang tepat dalam menyikapi hal ini. Ada yang mengoleskan bedak, krim atau lotion yang tidak sesuai saran doker pada daerah yang terkena biang keringat. Hal ini justru akan memperparah kondisi biang keringat dan semakin lama untuk sembuh, karena keringat yang akan keluar melewati pori-pori terhambat. Nah, bagaimana cara mengatasi yang benar? Mari simak berikut ini….
Sebenarnya cukup mudah untuk mengatasi biang keringat, namun memang membutuhkan ketelatenan. Berikut cara mengatasi yang bisa orang tua terapkan:

Tempatkan anak ke ruangan yang teduh dan sejuk
Di dalam rumah diusahakan untuk ventilasi udaranya baik sehingga udara tidak lembab atau panas. Jika menggunakan AC dan kipas angin disarankan untuk tidak mengarahkan angin langsung ke tubuh anak. Selain itu, apabila hendak keluar membawa topi dan kipas untuk buah hati.

Menggunakan pakaian yang longgar dan menyerap keringat
Disarankan untuk memilih pakaian berbahan dari serat alami. Hindari pemakaian dari kain sintesis, seperti poliester dan nilon. Mengapa? Karena kain sintesis dapat memerangkap panas.

Jangan sering digendong ketika cuaca panas
Apabila bayi sering digendong ketika cuaca panas, maka bayi harus berhadapan dengan dua sumber panas, yaitu cuaca dan suhu tubuh Bunda. Dianjurkan untuk membiarkannya berbaring, merangkak, atau berjalan-jalan ketika bangun namun tetap masih dalam pengawasan orang tua.

Sering mengeringkan bagian tubuh yang berkeringat
Dengan sesering mungkin mengeringkan bagian yang berkeringat, maka tubuh bayi tidak lembab.

Gunakan lotion dan krim sesuai saran dokter
Jika bayi menangis ketika disentuh bagian kulitnya yang terkena biang keringat, maka bawalah ke dokter untuk mendapatkan lotion dan krim sesuai tingkat keparahan kondisi biang keringat.

Cukup mudah bukan? Cara mengatasi biang keringat di atas dapat diterapkan di rumah. Sekali lagi, biang keringat dapat hilang dengan sendirinya. Namun, jika biang keringat tampak semakin parah dan terinfeksi jangan ragu-ragu untuk memeriksakan ke dokter. 

Daftar Pustaka:
Sitompul, Ewa Molika. 2014. Mama...aku sakit... Teknik Rahasia Ibu Menangani Penyakit Anak Sehari-Hari Tanpa Harus Membawanya ke Dokter. Arena KIDS

Ditulis oleh:
Tri Widarti
Mahasiswi Akademi Kebidanan Yogyakarta
Anak Asuh Yayasan Kemaslahatan Umat 

Semakin Dekat dengan Masyarakat Bersama Posyandu Lansia

          Memang benar, saat memasuki usia lanjut sangatlah rentan untuk mengalami penurunan kesehatan jika tidak melakukan pola hidup yang sehat dan bersih. Begitu pula dengan anak bayi dan balita yang tidak jauh berbeda untuk kerentanan terserang berbagai penyakit karena system imun/kekebalan tubuhnya belum kuat. Untuk mencegah dan mengatasi hal ini, sebagai contoh di Dusun Prancak Glondong, Sewon, Bantul, Yogyakarta sudah menyadari akan pentingnya menjaga kesehatan sehingga tokoh-tokoh masyarakat mengadakan kegiatan posyandu secara rutin.
Setiap bulan tepatnya tanggal 21 di Dusun Prancak Glondong mengadakan kegiatan posyandu, baik posyandu bagi bayi balita maupun lansia. Kegiatan ini diadakan untuk memantau dan meningkatkan kesehatan masyarakat secara langsung, agar tercipta kualitas hidup sehat. Kegiatan posyandu dipimpin oleh ibu-ibu kader yang telah terpilih dari setiap RT-nya. Ibu kader merupakan salah satu tokoh masyarakat yang telah mendapat pelatihan dari tenaga kesehatan baik bidan, pihak puskesmas atau tenaga kesehatan lainnya dengan harapan dapat membantu meningkatkan kualitas kesehatan di lingkungan sekitarnya. Namun, pelatihan-pelatihan yang diberikan hanya sebatas standar/ilmu dasar sehingga masih perlu adanya pendampingan dari pihak tenaga kesehatan untuk setiap kali mengadakan kegiatan ini.
Setiap 2 minggu sekali kami dari PIKM Laras Hati Akbidyo berpartisipasi dalam kegiatan posyandu dari berbagai Dusun. Pada hari sabtu, 21 Oktober 2016 saya dan tiga teman saya berkesempatan untuk berpartisipasi dalam acara posyandu lansia. Kami merasa senang karena dapat bertemu dengan masyarakat dan dapat berinteraksi secara langsung dengan mereka. Jumlah lansia di Dusun Prancak Glondong berkisar lebih dari 100 lansia, namun kali ini hanya dihadiri sebanyak 43 lansia. Disana kami membantu ibu-ibu kader untuk melakukan pengukuran tekanan darah, berat badan dan kemudian mencatatnya di buku KMS. Dalam posyandu lansia dilakukan pengukuran tekanan darah karena pada usia lanjut sangat rentan untuk mengalami hipertensi atau bahkan anemia. Kemudian para lansia akan mendapat pengobatan dan dapat berkonsultasi secara langsung jika ada keluhan dengan tenaga kesehatan. Selain itu, setiap kegiatan posyandu lansia ini dihadiri oleh Bapak Camat Kecamatan Sewon, Bantul untuk mengisi pengajian. Sehingga, selain dapat mengetahui kondisi kesehatannya juga dapat mendalami ilmu agama dan yang paling utama yaitu untuk meningkatkan silaturahim di Dusun tersebut.   
      Warga terlihat antusias untuk mengikuti kegiatan ini. Terimakasih atas kerjasama dan partisipasinya sehinga posyandu kali ini berjalan dengan lancar.
   










Ditulis oleh:  
Tri Widarti
Mahasiswi Akademi Kebidanan Yogyakarta
Anak Asuh Yayasan Kemaslahatan Umat