Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI)
adalah makanan atau minuman yang mengandung zat gizi yang diberikan pada bayi
atau anak usia 6-24 bulan guna menambah energi dan zat-zat gizi yang diperlukan
bayi karena ASI tidak dapat memenuhi kebutuhan bayi secara terus menerus. (Riksani, 2012).
MP-ASI diberikan pada bayi mulai berusia diatas 6 bulan. Bayi yang berusia di bawah 6 bulan sistem pencernaannya terutama usus belum matang serta kontrol
pada otot tenggorokan dan lidah masih
lemah.
B.
Syarat MP-ASI
Menurut Sutomo (2009),
makanan bayi tidak boleh memiliki sifat kamba
yaitu volume makanan yang besar tetapi memiliki kandungan yang rendah.
Makanan yang bersifat kamba akan
cepat memberikan rasa kenyang sehingga bayi tidak akan meneruskan makannya.
Hal-hal penting lainnya yang harus diperhatikan dalam pemberian MP-ASI, antara lain:
a. Memiliki
nilai energi dan kandungan protein yang tinggi
b. Memiliki
nilai suplementasi yang baik serta mengandung vitamin dan mineral dalam jumlah
yang cukup
c. Dapat
diterima oleh alat pencernaan bayi dengan baik
d. Sebaiknya
dapat diproduksi dari bahan-bahan secara lokal
e. Bersifat
padat gizi
f. Meminimalkan
kandungan serat kasar
C.
Bentuk
MP-ASI
Tabel
1. Pola Pemberian ASI/MP-ASI
Golongan
umur (bulan)
|
Pola Pemberian ASI/MP-ASI
|
|||
ASI
|
Makanan
Lumat
|
Makanan
Lunak
|
Makanan
Padat
|
|
0-6
|
||||
6-9
|
||||
9-12
|
||||
12-24
|
||||
Sumber
:Muthmainnah dalam Mufida (2015)
D. Jadwal
Makan Bayi
Waktu
Makan
|
6
bulan
|
7-8
bulan
|
9-10
bulan
|
11-12
bulan
|
1-2
tahun
|
Sarapan pagi
|
ASI
|
Bubur
lembut/ saring
|
Bubur
lembut
|
Makanan
tim
|
Menu
keluarga
|
Selingan
|
ASI
|
ASI/jus/ buah
|
Buah/ puding
|
Buah/ puding
|
Buah
|
Makan
siang
|
Pure
buah/ bubur lembut
|
Bubur
lembut/ saring
|
Bubur
lembut
|
Makanan
tim
|
Menu
keluarga
|
Selingan
|
ASI
|
ASI/jus/ buah
|
Buah/ puding
|
Buah/
puding
|
Buah
|
Makan
malam
|
ASI/jus
buah
|
Bubur
lembut/ saring
|
Bubur
lembut
|
Makanan
tim
|
Menu
keluarga
|
E. MP-ASI
yang Dianjurkan dan Tidak Dianjurkan
Berikut beberapa menu
makanan yang dianjurkan dan yang tidak dianjurkan sebagai makanan tambahan bagi
bayi:
1)
Makanan
Tambahan Yang Dianjurkan
a. Bubur
nasi beras atau nasi beras merah yang dimasak dengan menggunakan cairan atau kaldu daging atau sayuran,
susu formula (ASI), atau air.
b. Buah-buahan
yang dihaluskan seperti pepaya, pisang yang dikukus, apel yang dikukus, melon,
dan avokad.
c. Sayur-sayuran
dan kacang-kacangan yang direbus kemudian dihaluskan. Pada saat, diblender
sebaiknya ditambah dengan kaldu atau air matang agar lebih halus. Sayuran dan kacang
tersebut adalah kacang polong, kacang merah, wortel, tomat, kentang, labu
kuning, dan kacang hijau.
d. Daging
sapi atau ayam pilihan yang tidak berlemak, kemudian dihaluskan.
e. Ikan
yang dihaluskan. Ikan yang digunakan tanpa duri seperti fillet salmon, fillet
ikan kakap, dan fillet gurami.
2)
Makanan
Tambahan yang Tidak Dianjurkan
a. Makanan
terlalu berlemak
b. Buah-buahan
yang terlalu asam, seperti jeruk dan sirsak
c. Makanan
terlalu pedas atau bumbu terlalu tajam
d. Makanan
yang mengandung protein gluten, yaitu tepung terigu, barley, biji gandum, dan kue yang terbuat dari tepung terigu. Semua
jenis makanan tersebut dapat membuat perut bayi kembung, mual, dan diare pada
bayi. Hal ini disebabkan oleh reaksi gluten
intolerance.
e. Hindari
pemberian gula, garam, bumbu masak, atau penyedap rasa ke dalam makanan bayi.
f. Buah-buahan
dan sayuran yang mengandung gas, seperti durian dan cempedak, kol, kembang kol,
serta lobak. Makanan-makanan tersbut dapat membuat perut bayi kembung.
g. Kacang
tanah dapat menyebabkan alergi atau pembengkakan pada
tenggorokan sehingga bayi sulit bernafas.
h. Terkadang
telur (putih telur) dapat memacu alergi. Berikan secara bertahap dan dengan
porsi kecil, jika bayi alergi segera dihentikan. Kadang ada bayi yang alergi dengan susu sapi dan olahannya
karena dapat membuat bayi alergi atau lactose
intolerance.
Tips dan trik menghadapi
Anak yang susah makan, yaitu:
a. Variasikan
menu makanan anak
Coba terus ubah menu makan anak setiap hari, kreasikan cara
penyajian, atau cari bahan makanan yang baru agar anak tertarik dengan
makananya
b. Ajak
anak makan bersama seluruh anggota keluarga
Biasanya anak akan lebih tertarik
untuk makan jika melihat anggota keluarga lain makan.
c. Menaikkan
atau menurunkan tekstur makanan
tergantung kemauan anak
Saat anak susah makan atau mengalami gerakan tutup mulut (GTM) karena sakit
biasanya akan malas makan dan mengunyah. Berikan makanan dengan tekstur yang
lebih lembek dan halus agar anak mau makan. Jika bayi melakukan GTM karena
tumbuh gigi maka coba berikan finger food
yang dingin, seperti buah potong dingin atau makanan
lain yang bisa dipegang dan dikunyah.
Biasanya, saat anak sedang tumbuh gigi, gusi akan terasa gatal dan nyeri.
d. Membiarkan
anak makan sendiri
Hal tersebut, salah satu jurus yang ampuh menghadapi anak
yang susah makan ataupun menghadapi GTM. Biarkan bayi mengenal dan menyukai
makanannya sendiri. Biarkan bayi makan atau bahkan mengacak-acak makanannya.
Tidak perlu takut makanan berceceran dimana-mana. Mencoba tawarkan
camilan-camilan kecil dalam jumlah sedikit tapi sering.
e. Hargai selera makan anak
Jangan memaksa anak menghabiskan porsi tertentu. biarlah anak
mengenali rasa lapar dan kenyang. apabila anak benar-benar tidak mau
makan dengan cara makan yang sudah dilakukan jangan dipaksa. Batasi waktu makan maksimal 30
menit. Hal tersebut, untuk mencegah anak semakin bosan dan ngambek. Rasa
makanan yang sudah lebih dari 30 menit akan berbeda. Coba tawarkan makanan
kepada anak dalam jumlah yang sedikit, tetapi lebih sering, misalnya 5-6 kali
dalam sehari.
Daftar Pustaka:
Riksani, Ria. 2012. Variasi Olahan Makanan Pendamping ASI. Jakarta: Dunia Kreasi
Sutomo, dkk. 2010. Makanan Sehat Pendamping ASI. Jakarta: Demedika Pustaka.
Mufida, dkk. 2015. Prinsip Dasar MP-ASI Untuk Bayi Usia 6-24 Bulan. Jakarta: PT Kawan Pustaka
Ditulis Oleh:
Tri Widarti
Mahasiswi D III Kebidanan
Anak Asuh Yayasan Kemaslahatan Umat Yogyakarta
Daftar Pustaka:
Riksani, Ria. 2012. Variasi Olahan Makanan Pendamping ASI. Jakarta: Dunia Kreasi
Sutomo, dkk. 2010. Makanan Sehat Pendamping ASI. Jakarta: Demedika Pustaka.
Mufida, dkk. 2015. Prinsip Dasar MP-ASI Untuk Bayi Usia 6-24 Bulan. Jakarta: PT Kawan Pustaka
Ditulis Oleh:
Tri Widarti Mahasiswi D III Kebidanan
Anak Asuh Yayasan Kemaslahatan Umat Yogyakarta
